Hanya satu yang ku tak mampu. Memilikimu. Selebihnya akan kucoba semampu yang kubisa, setidaknya sampai kau menyadari bahwa hanya aku yang selalu ada.
Kemungkinanku untuk gagal membahagiakanmu itu besar. Sebesar kepala dedemit yang meremehkan manusia. Tetapi kemungkinanku untuk menyerah sangatlah kecil. Sekecil niatan baik yang terselimuti rasa pamrih.
Harus kuakui ternyata bukan sesuatu yang mudah untuk memikul rindu sendirian. Terlebih lagi ketika yang dirindukan tak kunjung mempedulikan. Kekecewaan selalu ada di setiap pengharapan. “Seharusnya cari saja yang lain,” kata hatiku.
“Aku tahu, tetapi aku tak mau.”
“Kau seperti orang bodoh yang bebal.”
“Begitulah aku. Jangan kau paksa aku untuk berpikir ulang, karena selalu dirinya yang terbayang. Inilah cint—”
“—Itu hanya sebuah kebodohan.”
“Lalu, apakah orang bodoh tak boleh memiliki harapan?”
…..
About Me
Labels
- #CeritaPendek (1)
- EDM (2)
- Fiksi (1)
- Realita (1)
- Surat Cinta Elektrik (2)
