Monday, 17 June 2019

"berani tidak dikenal, mati tidak dicari, berhasil tidak dipuji, dan gagal dicaci maki"

Hanya sebuah catatan pinggir yang mungkin dapat mengingatkan jati diri seorang insan intelijen.

Terhadap prinsip sebagaimana tertera pada judul artikel ini, saya berkali-kali memberikan catatan yang agak berbeda sedikit, namun juga ada hal-hal yang tidak dapat ditawar sebagai prinsip yang harus dipahami seorang intel.

Silahkan dibaca....

"berani tidak dikenal" adalah salah satu prinsip dasar yang tidak dapat dibantah lagi dalam profesi seorang intel. Apabila kita bertemu/berkenalan dengan seseorang dan yang bersangkutan mengenalkan diri sebagai seorang intel, maka ia telah melanggar prinsip kerjanya sendiri. Pengecualian dapat saja terjadi ketika kita berada di dalam pertemuan komunitas intelijen, ataupun dalam rapat di lembaga pemerintah dimana kita mewakili institusi intelijen, atau bahkan dalam pertemuan internasional dimana pesertanya adalah kalangan intel. Penyakit ingin dikenal biasanya terjadi justru pada tahap awal menjadi seorang intel atau pada saat telah menduduki jabatan yang cukup tinggi. Ibaratnya seperti juga seorang yang baru belajar bela diri silat sabuk putih dengan sedikit kembangan, jurus, belebat dan tapak, kadang kebanggaan menjadi bagian dari perguruan silat melebihi kemampuannya dalam bela diri. Semantara, harga diri seorang pejabat intel, kadang meledak pada saat ada pihak-pihak meremehkannya, sehingga munculah perilaku ingin dikenal.

"mati tidak dicari" sebenarnya merupakan prinsip government denial atau penyangkalan pemerintah terhadap keberadaan seorang intel/agen yang hilang atau mati dalam sebuah operasi di negara lawan. Hal ini sangat penting guna meredam terjadinya konflik yang lebih besar antar negara, sehingga seorang agen yang ditugaskan di luar negeri secara mental selalu siap untuk dianggap tidak ada, dimana kematiannya-pun tidak akan dicari. Prinsip ini hampir tidak pernah diterapkan dalam operasi di dalam negeri, kecuali pada saat terjadi perang saudara atau pemberontakan yang besar.

"berhasil tidak dipuji" adalah sebuah prinsip yang dibangun untuk memupuk/membangun jiwa rendah hati seorang intel. Mengapa seorang intel perlu memeiliki kerendahan hati? Hal ini semata-mata demi kelangsungan hidupnya untuk membiasakan diri tidak mencari pujian atau berkompetisi semata-mata demi nama atau jabatan. Secara psikologis, manusia akan selalu senang dipuji atas keberhasilan/sukses dalam kehidupannya. Intel juga manusia yang haus akan pujian, namun pujian dalam dunia intelijen perlu direduksi guna menghindari lahirnya kesombongan/takabur yang sering menjerumuskan seorang intel dalam keadaan yang menyedihkan karena kesombongannya.

"gagal dicaci maki" adalah sebuah prinsip dimana tidak ada kata gagal dalam kamus pekerjaan seorang intel, sehingga hanya caci-maki yang akan diterima seorang intel yang gagal. Mengapa intel tidak boleh gagal? bukankah manusia wajar saja apabila gagal? Dalam kondisi ekstrim, hal ini berangkat dari prinsip keadaan perang dimana kegagalan seorang intel dapat mengakibatkan kematian atau kekalahan dalam perang sehingga tidak dapat diampuni. Apakah kita dapat hidup tenang apabila kegagalan kita menyebabkan kematian banyak sahabat dan rekan kerja kita. Kemudian prinsip tersebut diabadikan dalam dunia intelijen untuk mendorong seorang intel memaksimalkan skill, kemampuan, dan kreatiftasnya dalam menyukseskan pekerjaan operasionalnya. Saya berikan contoh sederhana yang secara filosofis dapat menjelaskan kondisi ini sbb:

Tugas yang diberikan oleh pimpinan secara mendadak adalah menghadiri pertemuan rahasia di Hotel Indonesia jam 3 dinihari tanggal XX bulan YY tahun 2019. Posisi anda pada jam 2 dinihari di Depok tanpa memiliki kendaraan bermotor. Beberapa kawasan menuju Hotel Indonesia banjir. Dapat dipastikan anda akan terlambat atau bahkan tidak dapat menghadiri pertemuan dimaksud. Apakah anda bisa melapor pada pimpinan dan menyampaikan maaf Pak saya gagal mencapai Hotel Indonesia jam 3 dinihari, sehingga tidak tahu isi pertemuan rahasia dimaksud. Silahkan dipikirkan masing-masing.

Semoga bermanfaat.
Posted on by Jonathan Ramsey

Thursday, 6 June 2019

FREE DOWNLOAD (RAR) AVICII - TIM (2019)



Tracklist

  1. Peace of Mind (feat. Vargas & Lagola)
  2. Heaven
  3. SOS (feat. Aloe Blacc)
  4. Tough Love (feat. Agnes, Vargas & Lagola)
  5. Bad Reputation (feat. Joe Janiak)
  6. Ain’t a Thing (feat. Bonn)
  7. Hold The Line (feat. A R I Z O N A)
  8. Freak (feat. Bonn)
  9. Excuse Me Mr Sir (feat. Vargas & Lagola)
  10. Heart Upon My Sleeve (feat. Imagine Dragons)
  11. Never Leave Me (feat. Joe Janiak)
  12. Fades Away (feat. Noonie Bao)

DOWNLOAD LINK : http://www.mediafire.com/file/3tincutt05aecvp/Avicii.rar/file


Tags:
Avicii 2019 album, Avicii album download, Avicii discography download, Avicii discography torrent, Avicii download, Avicii flac, Avicii new album, Avicii TIM, Avicii TIM album download, Avicii TIM all songs, Avicii TIM DOWNLOAD, Avicii TIM FLAC, Avicii TIM free download, Avicii TIM mp3, Avicii TIM rar, Avicii TIM songs, Avicii TIM songs download, Avicii TIM torrent, Avicii TIM zip, Avicii TIM zip download, TIM, Avicii TIM DOWNLOAD,
Posted on by Jonathan Ramsey in

Friday, 11 August 2017

Thursday, 19 January 2017

Bebal Berharap

Hanya satu yang ku tak mampu. Memilikimu. Selebihnya akan kucoba semampu yang kubisa, setidaknya sampai kau menyadari bahwa hanya aku yang selalu ada.


Kemungkinanku untuk gagal membahagiakanmu itu besar. Sebesar kepala dedemit yang meremehkan manusia. Tetapi kemungkinanku untuk menyerah sangatlah kecil. Sekecil niatan baik yang terselimuti rasa pamrih.


Harus kuakui ternyata bukan sesuatu yang mudah untuk memikul rindu sendirian. Terlebih lagi ketika yang dirindukan tak kunjung mempedulikan. Kekecewaan selalu ada di setiap pengharapan. “Seharusnya cari saja yang lain,” kata hatiku.


“Aku tahu, tetapi aku tak mau.”


“Kau seperti orang bodoh yang bebal.”


“Begitulah aku. Jangan kau paksa aku untuk berpikir ulang, karena selalu dirinya yang terbayang. Inilah cint—”


“—Itu hanya sebuah kebodohan.”


“Lalu, apakah orang bodoh tak boleh memiliki harapan?”


…..
Posted on by Jonathan Ramsey in

Monday, 7 November 2016

Cerita Super Pendek

SEMENJAK kedatangannya beberapa saat yang lalu aku tahu ada yang tidak biasa–bahkan mungkin luar biasa–telah terjadi padanya. Wajahnya yang pucat dan tatapannya yang berat itu pertanda bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Aku belum tahu mengapa, tapi kurasa sebentar lagi dia akan memberitahukannya.

Aku menunggunya bicara, namun dia hanya diam. Masih dengan kesuraman di raut wajahnya, tak satu pun kata keluar dari mulutnya. Aku tak tahan lagi melihatnya. Jika memang dia tak kuasa untuk memulainya, mungkin aku yang harus bertanya, “Kamu nahan ee, ya?”

“Iya,” jawabnya pelan.

“Yeee, pantesan bau.” kataku sedikit sinis. “Sana buang dulu!”

“Ehehe…” lantas dia pun pergi ke sumur sambil jalan mundur.

TAMAT.

Wednesday, 4 May 2016

Untuk Perempuanku

Kita sedang—lebih jauh lagi—dipisahkan oleh jarak. Pertemuan menjadi sesuatu yang teramat mahal untuk kita dapatkan. Sering aku merasa rindu, dan mungkin begitupun dirimu; yang juga merindukanku.


Biasanya, kalau salah satu dari kita ada yang merasa rindu di dadanya sudah cukup menyiksa, pasti akan langsung datang dan menemui. Tapi kini, jarak itu rasanya terlampau jauh untuk diarungi.


Kini kita hanya bisa bercengkrama dalam kata, ya, hanya dalam kata, dalam perbincangan pesan singkat di setiap pagi kita. Di saat kamu baru terbangun dari tidurmu dan aku yang masih terjaga dari tidurku.




Aku tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang kamu lakukan di sana, sesering apa pun kamu mengabariku dengan jelas.


Kamu tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang kulakukan di sini, karena sebisa mungkin aku tak ingin membuatmu cemas.




“Selamat pagi, Sayang!” katamu di sana, di Whatsapp.


“Pagi...” kataku sambil menghentikan aktivitas menonton film kartun hasil download-an semalam.


“Ke mana aja?”


“Hah?”


“Ke mana aja gak ada kabar? Kalo mau ngilang-ngilang tuh kabarin dulu. Biar aku gak nyariin. Aku cuma mau tau kabar kamu aja kok. Aku gak akan ganggu kamu kalo aku tau kamu lagi sibuk. Masalahnya, aku gak pernah tau. kamu langsung ngilang gitu aja gak ada kabar.”


“Oh, aku ketiduran.” Jawabku, singkat.


Padahal aku kan hanya tidak mengabarimu dalam beberapa jam, tapi kamu sudah sepanik itu. bagaimana kalau aku tidak mengabarimu dalam beberapa hari? Atau beberapa minggu? Mungkin kamu sudah melaporkan berita kehilanganku ke kantor Polisi. Berlebihan.




“Aku kangen!” katamu.


“Samperin!” balasku.


Bukan hanya kamu, tapi aku pun merasakan kerinduan itu. Meski aku tak pernah mengatakannya, aku yakin kamu sudah tahu.




Semakin jauh jarak di antara kita, semakin besar juga godaannya.


Baru-baru ini ada wanita yang mendekatiku. Kamu tahu? Oh, tentu tidak, kan aku belum cerita. Tapi kamu tenang saja. Aku hanya didekati kok, belum sampai dimiliki.


Bagiku, memilikimu adalah salah satu bentuk kebahagiaan yang Tuhan berikan kepadaku saat ini, mana mungkin aku menyia-nyiakanmu? Kalau memang ada wanita lain yang tertarik padaku, harusnya kamu jangan marah, karena itu artinya lelakimu ini masih laku. Memangnya kamu mau berpasangan dengan lelaki yang sudah tidak laku? Kalau mau, silakan. Kalau aku sih tidak mau sama lelaki seperti itu. sudah tidak laku, lelaki pula. Huh.




Sore ini kamu sudah pulang dari kampung halamanmu dan kembali ke perantauanmu. Dengan begitu jarak di antara kita sudah tidak sejauh beberapa minggu yang lalu. Hey, aku rindu.


Bagaimana kalau besok kita bertemu? Aku samperin rumahmu!










—Ttd Lelakimu—

Sunday, 14 September 2014

Berbahagialah!

Inilah harinya;

Hari pertama kau menangis kebingungan menatap Dunia,

Hari pertama orang tuamu menangis kegirangan menatap dirimu.



Inilah waktunya;

Di mana kau akan selalu bahagia mendapati banyak kerabat dan sahabat yang memberikanmu selamat,

Di mana orang tuamu akan selalu bahagia mendapati dirimu yang semakin dewasa dan hebat.



Silakan bahagia,

Silakan bahagia sampai menangis,

Silakan,

Terserah kau!



Seperti halnya mereka yang begitu mencintaimu dan kau cintai,

Aku pun berdoa untuk segala kebahagiaanmu;

Doa yang tak ada sedikit pun keburukan di dalamnya.



Selamat ulang tahun!

Berbahagialah!




---dan aku akan ikut merasakannya.

Tuesday, 18 December 2012

Pulang

Semakin jauh kita pergi meninggalkan orang tua, semakin kuatlah kerinduan orang tua kepada kita.

***

     "Kamu apa kabar? Jangan sampai salah gaul ya!"
kata seorang ayah kepada anaknya melalui dinding Facebook. "Kalau kamu lagi tidak sibuk, tolong kirim kabar. Ibumu kangen," lanjutnya...

     Sang anak tak pernah membalasnya, sampai beberapa hari setelah itu, ayahnya mendapat kabar; si anak telah meninggal.

     Si ayah sedih, sekaligus bingung, apa yang harus si ayah katakan kepada si ibu? Berhari-hari si ayah pun diam.

     "Ibu kangen anak kita, Yah. Suruh dia pulang! Ibu ingin sekali bertemu," kata si ibu, membuat si ayah semakin bingung.

     Pelan-pelan si ayah pun kemudian berkata, "Anak kita sudah pulang, Bu."

     "Mana, yah? Kok dia tidak menemui ibu? Apa dia ingin memberi ibu kejutan?" si ibu terus saja bertanya dengan antusias.

     "Ibu tenang dulu. Anak kita memang sudah pulang, tapi bukan ke rumah ini," perkataan si ayah membuat si ibu terdiam.

     "Anak kita senang sekali mendaki gunung, ibu tahu, kan?" kata si ayah, dan si ibu pun mengangguk.

     "Seminggu yang lalu, dia pergi dari rumah pun untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. Tapi..."

     [kriiiing] Bunyi Telepon Rumah

     Si ibu mengangkat teleponnya, dan ternyata itu dari teman anaknya yang memberi tahu bahwa mayat anaknya telah ditemukan.

     Si ibu menangis, dan si ayah pun kemudian memeluk si ibu sambil berkata, "Maafkan aku yang tak bisa selalu menjaganya."



∞§∞
Posted on by Jonathan Ramsey in

Wednesday, 27 June 2012

Write, Read, and Share

Pernah gak sih terpikir untuk nulis sesuatu tapi gak tau harus mulai dari mana. Kadang banyak ide di otak yang semestinya bisa dituangkan kedalam cerita setelah kata-kata berhasil di rangkai. Tapi nyatanya menuangkan suatu kreatifitas kedalam sebuah media itu sangat amat sulit, makanya gue sangat menghargai mereka yang udah bisa menyalurkan ide-nya menjadi sebuah karya. Walaupun bukan suatu karya besar tapi itulah wujud dari kreatifitas yang ada diotaknya.




Write

Gua mencoba mengingat-ingat kembali beberapa buku yang dulu sempet gua baca salah satu buku yang paling membekas adalah sebuah novel yang judulnya “Derita Aminah: Neraka yang diciptakan oleh Ibu tiriku sendiri” Waktu gua baca itu kira kira saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Setiap kalimat yang gua baca dari buku itu bisa membawa langsung ke alur yang diceritakan si penulis. Kata kata dalam kalimatnya mampu mengontrol emosi siapapun yang membacanya dengan penuh penghayatan. Selain cerita yang seru, menulis sebuah cerita memerlukan keahlian khusus. Keahlian khusus tersebut tentu berbeda beda pada setiap orangnya. Gua termasuk orang yang berubah-ubah dalam menulis sesuatu, dan masih belum bisa terpaku kepada suatu genre tersendiri.


Read


Sama halnya dengan menulis, membaca pun tidak semua orang bisa melakukannya. Beberapa orang menyukai bacaan yang dapat menghibur tapi tidak dapat diambil pelajaran dari apa yang ia baca. Memilih bahan bacaan sangat penting karena itu mencerminkan karakter pribadi seseorang. Ada istilah buku adalah jendela dunia. Berhubung sekarang teknologi sudah canggih manfaatkan Internet untuk menggali bahan bacaan yang baik, menarik dan dapat diambil manfaatnya. Selain menambah wawasan, membaca juga bisa menghilangkan stress. Saat santai sore ditemani secangkir teh atau pagi hari sambil menikmati segelas kopi, dimana saja, kapan saja membaca bisa dilakukan!


Share

Setelah mengetahui sulitnya menulis dan nikmatnya membaca tentu kita perlu mempelajari apa yang disebut dengan apresiasi. Apresiasi merupakan bentuk penghargaan atas karya yang telah dibuat oleh seseorang dalam bentuk media apapun. Misalnya dalam hal penggunaan sumber atau kredit, beberapa yang awam masih belum mengerti akan poin penting yang satu ini. Menyebarkan karya seseorang tanpa sumber kredit atau hak cipta masih sering terjadi. Belajarlah untuk menghargai karya orang lain dengan menyantumkan sumber author yang sudah bersusah payah untuk menuangkan ide dan kreatifitasnya kedalam sebuah media.
Posted on by Jonathan Ramsey