Tuesday, 18 December 2012

Pulang

Semakin jauh kita pergi meninggalkan orang tua, semakin kuatlah kerinduan orang tua kepada kita.

***

     "Kamu apa kabar? Jangan sampai salah gaul ya!"
kata seorang ayah kepada anaknya melalui dinding Facebook. "Kalau kamu lagi tidak sibuk, tolong kirim kabar. Ibumu kangen," lanjutnya...

     Sang anak tak pernah membalasnya, sampai beberapa hari setelah itu, ayahnya mendapat kabar; si anak telah meninggal.

     Si ayah sedih, sekaligus bingung, apa yang harus si ayah katakan kepada si ibu? Berhari-hari si ayah pun diam.

     "Ibu kangen anak kita, Yah. Suruh dia pulang! Ibu ingin sekali bertemu," kata si ibu, membuat si ayah semakin bingung.

     Pelan-pelan si ayah pun kemudian berkata, "Anak kita sudah pulang, Bu."

     "Mana, yah? Kok dia tidak menemui ibu? Apa dia ingin memberi ibu kejutan?" si ibu terus saja bertanya dengan antusias.

     "Ibu tenang dulu. Anak kita memang sudah pulang, tapi bukan ke rumah ini," perkataan si ayah membuat si ibu terdiam.

     "Anak kita senang sekali mendaki gunung, ibu tahu, kan?" kata si ayah, dan si ibu pun mengangguk.

     "Seminggu yang lalu, dia pergi dari rumah pun untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. Tapi..."

     [kriiiing] Bunyi Telepon Rumah

     Si ibu mengangkat teleponnya, dan ternyata itu dari teman anaknya yang memberi tahu bahwa mayat anaknya telah ditemukan.

     Si ibu menangis, dan si ayah pun kemudian memeluk si ibu sambil berkata, "Maafkan aku yang tak bisa selalu menjaganya."



∞§∞
Posted on by Jonathan Ramsey in

Wednesday, 27 June 2012

Write, Read, and Share

Pernah gak sih terpikir untuk nulis sesuatu tapi gak tau harus mulai dari mana. Kadang banyak ide di otak yang semestinya bisa dituangkan kedalam cerita setelah kata-kata berhasil di rangkai. Tapi nyatanya menuangkan suatu kreatifitas kedalam sebuah media itu sangat amat sulit, makanya gue sangat menghargai mereka yang udah bisa menyalurkan ide-nya menjadi sebuah karya. Walaupun bukan suatu karya besar tapi itulah wujud dari kreatifitas yang ada diotaknya.




Write

Gua mencoba mengingat-ingat kembali beberapa buku yang dulu sempet gua baca salah satu buku yang paling membekas adalah sebuah novel yang judulnya “Derita Aminah: Neraka yang diciptakan oleh Ibu tiriku sendiri” Waktu gua baca itu kira kira saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Setiap kalimat yang gua baca dari buku itu bisa membawa langsung ke alur yang diceritakan si penulis. Kata kata dalam kalimatnya mampu mengontrol emosi siapapun yang membacanya dengan penuh penghayatan. Selain cerita yang seru, menulis sebuah cerita memerlukan keahlian khusus. Keahlian khusus tersebut tentu berbeda beda pada setiap orangnya. Gua termasuk orang yang berubah-ubah dalam menulis sesuatu, dan masih belum bisa terpaku kepada suatu genre tersendiri.


Read


Sama halnya dengan menulis, membaca pun tidak semua orang bisa melakukannya. Beberapa orang menyukai bacaan yang dapat menghibur tapi tidak dapat diambil pelajaran dari apa yang ia baca. Memilih bahan bacaan sangat penting karena itu mencerminkan karakter pribadi seseorang. Ada istilah buku adalah jendela dunia. Berhubung sekarang teknologi sudah canggih manfaatkan Internet untuk menggali bahan bacaan yang baik, menarik dan dapat diambil manfaatnya. Selain menambah wawasan, membaca juga bisa menghilangkan stress. Saat santai sore ditemani secangkir teh atau pagi hari sambil menikmati segelas kopi, dimana saja, kapan saja membaca bisa dilakukan!


Share

Setelah mengetahui sulitnya menulis dan nikmatnya membaca tentu kita perlu mempelajari apa yang disebut dengan apresiasi. Apresiasi merupakan bentuk penghargaan atas karya yang telah dibuat oleh seseorang dalam bentuk media apapun. Misalnya dalam hal penggunaan sumber atau kredit, beberapa yang awam masih belum mengerti akan poin penting yang satu ini. Menyebarkan karya seseorang tanpa sumber kredit atau hak cipta masih sering terjadi. Belajarlah untuk menghargai karya orang lain dengan menyantumkan sumber author yang sudah bersusah payah untuk menuangkan ide dan kreatifitasnya kedalam sebuah media.
Posted on by Jonathan Ramsey